Mr. Killer in Action !!

22 03 2008

Mr. Killer, guru yang paling ditakuti sama anak-anak tiba-tiba masuk kelas. Spontan, bocah-bocah kelas X6 yang semula menggelar seminar pagi dadakan itu terlonjak, dan langsung menempati tempat duduknya masing-masing. Sang ketua, Pramudya, duduk terdiam. Wajahnya seriusnya kembali terpasang. Jejaknya pun diikuti oleh semua anak buahnya, kecuali… Angga yang sedang berkunjung ke pelosok dunia. Ia sedang berkunjung ke Paris, menyaksikan Menara Eiffel dengan background sunrise. Indaaahh.. sekali. Sampai-sampai ia sama sekali tak menyadari kedatangan sang Mr. Killer yang sudah susah payah tak membunyikan derap langkah kakinya.

Semua penghuni X6 tegang. Semua mata tertuju pada seorang anak yang terlelap di pojok kelas itu. Sementara itu, Mr. Killer, siap-siap mengembat dahi Angga dengan secuil kapur yang sedari tadi dibawanya. Layaknya seorang pemain golf, Mr. Killer mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Dalam beberapa detik, secuil kapur itu telah berhasil mendarat di jidat Angga dengan bunyi ‘bedebuumm’ !

Sontak anak-anak berdiri semua, terlonjak mendengar suara keras bin kenceng itu. Semua melihat ke arah Angga. Weits…, ternyata Angga berhasil mengelak dari tembakan Mr. Killer. Tadi, kakinya semapat menyorongkan satu ‘tackle’ ke arah depan menabrak kursi Mumin. Mumin terjungkal. Badannya merunduk ke bawah, dan sempat bertumbukan dengan sisi bawah laci. Setelah diteliti lebih lanjut, suara ‘cethaakkkk’ hasil pendaratan kapur yang kebetulan tak terdengar adalah hasil tumbukan si kapur dengan badan meja, bukan jidat jenongnya si Angga. Sedangkan, ‘bedebumm’ yang tadi sempat membahana di kelas itu berasal dari bagian belakang meja. Pramudya melongok sebentar, ingin mengetahui keadaan yang sebenarnya. Nampak di kedua bola matanya, sebuah kursi hancur berantakan, tertimpa kaki Angga yang ‘teloloran’. Sementara tubuh Angga yang tambun, terhimpit di bawah meja. Dan satu hal yang bikin kesal, anak itu masih ngorok ria.

Semua murid mulai berani mendekat, berdiri tak jauh dari Mr. Killer, hingga terbentuk formasi lingkaran yang diameternya tak pernah sama. Mr. Killer melangkahkan satu kakinya pelan. Beliau pengin sekali memberi pelajaran anak tak tahu malu itu dengan satu hentakan, biar anak itu terbangun kaget. Mr. Killer kembali melayang tangannya, sembari mengangkat sebelah kakinya juga. Namun, sebelum semua rencana terjadi Angga mendesah pelan.

“Hushh.., bau apa nih ? Killer banget… Bikin ati mengkeret…!” lontar Angga dalam pulasnya.

Mendadak Mr. Killer menghentikan aksinya, dan mengetes keadaan ‘armpit’nya. Wajahnya nampak aneh, dan tiba-tiba beliau berlari keluar.

“Aarrrggghh… !” teriak Mr. Killer.

Tak ada satu anak pun yang berani berbicara, karena masing-masing individu sedang konsentrasi menutup hidung, menghindari parfum temporer yang menyebar cepat itu.

***

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: