PROFIL KACA TGL 17 MARET.Moed

13 03 2009

mbaaakkkk, ni setelah sekian lama nunggu loading, akhirnya tembus juga. tapi, mail.yahoo.com-nya nggak mau muncul ! kepaksa banget, lewat blog …

kemaren aku udah ngumpulin hard copy bareng yang laen, karena aku nggak tahu, tak kira hard copy aja cukup. komputer rumah agak ‘sakit’ kena virus, masih dalam tempo perawatan. kata dokter nggak boleh di masukkin flash disk.
sakjane semua tugas sekolah juga ke-pending gara-gara itu kok mbak. hehe, aneh banget ya?
makanya, hari ini tak bela-belain ngetik ulang di skolah.

check it down !
———————————————————-
Sekolah ‘Nyambi’ Bisnis, Kenapa Tidak?

Siapa bilang berbisnis hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa? Belakangan ini, lahan bisnis telah merambah ke berbagai usia, terlebih tingkat usia yang rata-rata dihuni oleh remaja. Tak tanggung-tanggung, remaja yang dimaksud masih mengenyam pendidikan di tingkat SMA yang notabene masih memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu. Sebut saja Nana, siswa kelas XI IPA 4 SMAN 3 Yogyakarta. Setahun belakangan ini, dirinya tengah concern mewujudkan impiannya memiliki café. Nah, apa nggak repot tuh?
“Justru asyik sih, sebenernya ! Memang kadang-kadang repot juga, harus ini itu, padahal aku harus ngadepin ulangan,” papar gadis bernama lengkap Mirna Jatiningrum, yang sudah mencoba berbisnis yoghurt ini.
Gadis kelahiran Sleman, 16 Desember 1991 ini mengungkapkan pada awalnya ia dan keluarganya hanya bereksperimen dengan susu murni yang dibeli dari tetangga sebelah. Ternyata, hasilnya patut dibanggakan. Dibantu keluarganya, ia mendirikan milkshop di rumahnya, di daerah Kaliurang. Berkat kekreatifannya pula, yoghurt buatannya berhasil menembus event-event di sekolah dan mendapatkan tempat tersendiri di hati penggemarnya. Beserta kakaknya, Mira Asriningtyas, ia mendirikan café di Jalan Gayam 35 Yogyakarta, tak begitu jauh dari sekolahnya. Nama café-nya adalah CUPS.
CUPS sebenarnya lebih diperuntukkan untuk kalangan remaja dan mahasiswa. Namun, putri ke-2 dari pasangan Wihartoyo (alm) dan Budi Rahayu ini tidak membatasi bagi siapa saja yang ingin datang ke CUPS, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Di sana tersedia susu aneka rasa, teh, yoghurt aneka rasa (blackforest, blueberry, dll), kentang bahkan makan besar sepert nasi goreng dan scrammbled egg. Uniknya lagi, nih, mulai bulan Nana juga membuka Club of CUPS seperti klub memasak, jurnalis, dan beberapa klub hobi lainnya.
Apa enaknya kita berbisnis, padahal kita masih punya orang tua yang senantiasa menghidupi kita? “Selain seneng punya café sendiri, bisnis juga bikin kita belajar mandiri dan punya tanggung jawab. Kita juga bakal memperoleh banyak pengalaman dan relasi, kan seru tuh,” jelasnya mantap.
Ia pun mengaku bahwa ia sendiri masih menomorsatukan sekolahnya. Baginya berbisnis sama saja dengan ekskul mandiri. Ia berharap bisnisnya akan membuahkan sesuatu yang patut dibanggakan. Kelak, ia juga ingin mendirikan sekolah dan bisa keliling dunia. Wow, ternyata asyik juga, kan? Nah, kalau Nana saja bisa, kenapa kita tidak ?***

(Mudrikah/SMAN 1 Yogyakarta)

————————————————————–
mbak, kemaren si Bella minta tanda pengenal, katanya…

matur nuwun.
mudrikah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: