TUGAS MAJALAH !!!

13 03 2009

Sudah Selesaikah Lukisan Kita? (Psikologi)

Saya harus cukup berhati-hati dalam menulis artikel ini. Artikel ini mengingatkan saya akan beberapa cuplikan perjalanan saya selama ini. Ups, perjalanan ke mana ? Perjalanan yang saya maksud adalah rekaman kehidupan yang sudah saya jalani selama belasan tahun ke belakang. Saya yakin, dalam belasan tahun belakangan ini, anda juga memiliki hal yang sama dengan saya, bukan ? Lalu, apa koneksi antara perjalanan dengan kata ‘Lukisan’ pada judul di atas ? Anda akan temukan di bawah nanti.
Hidup bukanlah sesuatu hal yang sia-sia karena kita diciptakan untuk terus berkarya. Pasti ada saja yang bisa kita lakukan. Sudahkah anda merasa begitu ? Kalau belum, ada baiknya anda melanjutkan uraian di bawah ini.
Manusia tak pernah luput dari lima huruf yang selalu membayangi ke manapun ia pergi. Mimpi. M-I-M-P-I. Mimpi adalah semacam magnet yang mencetuskan hal apa yang sesungguhnya kita inginkan. Siapa yang tak pernah punya mimpi? Kalau saja ada, pasti ia sudah tak lagi ada di dunia ini. Keberadaan mimpi terlampau banyak. Mimpi untuk selalu bersenang-senang, mimpi untuk selalu dalam kesuksesan, bahkan jikalau ada orang yang ingin mati, maka mimpinya adalah keingingan untuk mati tersebut. Begitu ia mati, tak ada lagi yang bisa kita dia impikan sesudah kematiannya. Bukan begitu ?
Oke, kita akan lanjutkan.
Mimpi datang dari ujung nurani kita yang paling dalam. Tak ada yang bisa mencegah munculnya, karena terkadang ia datang tanpa kita sadari. Mimpi akan menggali lubang dalam pola pikir kita, hingga akhirnya keseluruhan aktivitas yang tentu saja lakukan akan berorientasi kepada mimpi. Mimpi membuat kita menyadari atas dasar apa kita melakukan sesuatu, dan ke manakah kita akan berjalan selama gayung kehidupan masih berlanjut. Mimpi membuat kita membuka mata lebih jauh bagaimana kehidupan ini seharusnya berjalan dengan harmonis. Atau, justru timbul pertanyaan, bagaimana cara menjalankan kehidupan yang harmonis ?
Untuk itulah, analogikan sebuah kehidupan layaknya sebuah lukisan. Apapun yang kita yang inginkan akan terekam secara otomatis dalam otak. Semua yang akan kita lakukan akan tersimpan pribadi dalam benak setiap manusia. Lukisan, akan terbentuk saat kita berani menggoreskan kuas. Siapakan kuas itu dalam kehidupan kita ? Dia adalah mimpi yang telah kita rangkai. Mimpi yang telah kita cita-citakan. Mimpilah yang akan memberi petunjuk ke mana kuas kehidupan akan menorehkan goresannya. Mimpi pula yang mengisyaratkan sang kuas bagaimana bentuk goresan kehidupan yang selayaknya ingin kita jalani puluhan tahun ke depan. Goresan-goresan itulah yang nantinya akan memberi bayangan bagaimana kehidupan kita berjalan. Apakah sampai tahap ini anda sudah memastikan diri anda sudah menggoreskan sesuatu pada kanvas kehidupan ? Tak ada jawaban selain, ya. Bagaimana tidak ? Kalau anda menjawab ‘tidak’ tentu saja, tak ada kehidupan yang pernah anda jalani sebelumnya.
Warna. Bagaimana dengan warna ? Melukis tak akan terasa hidup, tanpa warna. Melukis takkan berwarna jika tak ada setitik pun warna yang menjangkaunya. Tak puas kita menggoreskan kuas, warna akan memberikan keindahan pada segalanya. Warna adalah penyempurna dari segala lukisan. Apapun warna itu, akan berarti bagi yang menggoreskannya. Warna akan memberitahu sejauh mana seni kehidupan mempengaruhi hidup seseorang, termasuk saya dan anda. Warna ternyata mampu memberikan kekuatan yang tiada tandinganya. Jumlah warna yang tak terhingga membuat kita tahu bahwa kita berhak atas perwarnaan hidup kita sendiri tanpa batas. Perihal mengapa harus warna itu yang tergores, kenapa tidak yang itu saja, hanya anda saja yang tahu. Bukan begitu, kawan? Nah, sekarang yang jadi pertanyaan, sudahkah masing-masing dari kita mengolah warna itu dengan sebaik-baiknya? Atau bahkan, ada yang sama sekali tak mau menorehkan warna, dan hanya puas dengan goresan kuas saja? Itu akan sama halnya dengan ketika anda berdiri, anda tak mengenakan baju. Karena warna laksana baju yang memperindah rubuh seseorang. Maka, janganlah berhenti memberikan warna pada setiap detil kehidupan. Hanya dengan begitualh kehidupan akan berasa, dan lebih bermakna.
Seni tiap orang pastilah berbeda, begitu pula seni dengan seni anda. Setelah puas menggoreskan kuas dan menorehkan warna, ada satu hal yang tak terlupakan. Karakter. Kekhasan. Ciri khusus. Tahukah maksudnya?
Lukisan sejati tak hanya terbentuk dari kedua elemen yang sudah disebutkan di atas. Lukisan sejati akan mencapai titik sempurna saat dia memiliki karakter. Lantas, apa itu karakter? Apa yang harus kita buat dengan karakter ? Haruskah kita punya karakter?
Seseorang akan mengenali sang empu lukisan jika dan hanya jika lukisan tadi sudah memancarkan karakter tersendiri. Sudah terbayang, betapa pentingnya karakter dalam kehidupan kita ? Tinggal bagaimana kita memunculkan karakter. Karakter dalam kehidupan akan tampak, sebagai jati diri. Jati diri yang ke mana pun selalu kita cari. Maka, bukan gurauan jika selama ini kita mengenal motto, ‘BE YOUR SELF !”. Jati diri akan menolong kita saat memutuskan tentang pilihan-pilihan yang harus kita ambil, tanpa perlu menjdi orang lain. Bukan berarti nasihat orang lain tidak penting, tapi bagaimana kita menempatkan diri di posisi yang tepat.
So, sudah selesaikah lukisan kita?
Lukisan kita takkan selesai selama kita masih menghela napas. Akan ada ornamen lagi yang bermunculan, sebagai tanda bahwa hidup masih berjalan. Akan ada lagi, warna yang tertuang. Indah dan menawan. Goreslah kuasmu, sejalan dengan jati dirimu, sebagaimana aku mencoba menggores kuasku juga. Semoga, untuk kita semua. Jangan lupa, goreskanlah kuasmu sekali saja, dengan yakin dan penuh pengharapan akan mimpi. Kau akan tahu betapa goresan pertama menjadi keputusan penting yang akan membawamu ke dalam jalanmu sendiri. Karena goresan pertama, adalah sesungguhnya dari jati diri kehidupan kita.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: